Salah satu alasan utama orang mengisi liburan di kota Balikpapan adalah karena kota ini memiliki kekayaan alamnya cukup menawan dan tempat-tempat menarik. Mulai dari depot, hutan bakau, hingga beruang madu. Di bawah ini merupakan tempat-tempat tersebut:
Depot Miki

Berada di jalan yang namanya sama dengan salah satu jalan utama di ibukota yaitu Jalan Jendral Sudirman. Terdapat sebuah depot yang menjadi pilhan yang pas dikujungi pada pagi hari.
Depot ini terkenal dengan kopi hitam panasnya, selain itu mereka juga menyuguhkan aneka menu sarapan lainnya, seperti nasi kuning, lontong sayur, bubur ayam, bakpao, nasi tim, bubur Manado (tinutuan), dan nasi soto. Keragaman kuliner di tempat ini dikarenakan kota ini dihuni oleh banyak pendatang.
Sosok Depot Miki mirip dengan warung-warung kopi di Tanjungpinang atau Medan. Kopi yang disajikan pun sama, yaitu kopi O atau kopi hitam pekat. Kalau tidak suka kopi pahit, Anda bisa minta ditambahkan susu kental.
Hutan Bakau Margomulyo

Berjalan di kawasan teduh hutan Margomulyo, menyuguhkan ketenangan ala Balikpapan. Dermaga kayu yang dibangun membelah hutan ini adalah sarana yang ideal untuk mengamati keragaman flora dan fauna khas ekosistem bakau.
Hutan ini berperan penting dalam meredam gelombang, pelindung dari abrasi, dan perangkap sedimen. Macam-macam biota laut yang ada di Margomulyo seperti ikan, udang, dan biota laut lainnya. Pengunjung harus jeli untuk bisa melihat hewan-hewan tersebut di sela-sela akar bakau yang dikelilingi lumpur cokelat. Kicauan burung mudah didengar di hutan ini, dan jika sedang beruntung Anda bisa melihat monyet-monyet yang bertengger di dahan pohon, termasuk bekantan. Karena banyaknya hewan yang ada di hutan Margomulyo, menjadikan tempat ini bagaikan taman safari mini.
Jika ingin masuk ke hutan bakau ini Anda tidak akan dipungut biaya alias gratis. Dan letak kawasan konservasi ini ada di kelurahan Margomulyo, persisnya di belakang SMAN 8.
Beruang Madu

Hewan yang ditetapkan sebagai maskot kota Balikpapan pada 2004 ini. Keberadaanya terancam punah, karena menyusutnya lahan hutan di Kalimantan. Kemudian dibangun Kawasan Wisata Pendidikan Lingkugan Hidup (KWPLH) yang terletak di kilometer 23 Jalan Raya Balikpapan-Samarinda.
Kawasan Konservasi yang memiliki luas 1,3 hektare ini dirancang menyerupai habitat aslinya. Di dalam tempat ini hidup 5 ekor beruang madu, semuanya merupakan sitaan dari penduduk. Saat berada di KWPLH, pengunjung dilarang berbicara terlalu keras, karena hewan ini masih trauma dengan keberadaan manusia.
Tempat konservasi ini dilengkapi dengan pusat informasi yang menceritakan berbagai jenis beruang di dunia, KWPLH sering dipadati pengunjung pada akhir pekan, khususnya ketika penjaga memberi makan beruang yaitu sekitar pukul 09:00-15:00.
Selain beruang, kita juga bisa menemukan banyak kucing dan anjing di tempat ini. Kehadiran mereka merupakan bagian dari program edukasi ke masyarakat. KWPLH ingin menyampaikann bahwa hewan yang boleh dipelihara secara domestik adalah anjing dan kucing, bukannya beruang madu. Jika tertarik, pengunjung bisa mengadopsi kucing atau anjing tersebut.
(Berbagai Sumber)


