5 Cara Memotret Patung Yang Benar

By: RajaKamar Admin , 25 April 2013

Image : pursuingmydreams.com

Jepret sana jepret sini saat berkunjung ke suatu destinasi wisata membawa keasyikan tersendiri bagi kebanyakan travelers. Apalagi bila kota yang dikunjungi memiliki simbol patung yang sangat terkenal dan ikonik. Mulai dari patung Merlion di Singapura hingga patung Liberty di New York. Memotret patung agar hasilnya keren dan memuaskan memang gampang-gampang susah.

Nah, supaya hasil foto-foto patung tidak membosankan atau lebih bernyawa dan  berkharisma, ada trik-trik khusus yang bisa dipelajari kok. Mari kita simak penjelasannya.

 

1. Cari dan fokuskan kamera pada mata patung

Mata sama halnya seperti manusia, mempunyai bahasa mata yang mewakili suasana kebatinan dan aura secara keseluruhan patung tersebut. Tangkap dengan baik emosi yang terpancar lewat mata dan wajah sang patung.

2. Perhatikan bahasa tubuh/gesture patung

Seniman patung tidak akan sembarangan membuat patung melainkan ada maksud tertentu yang ingin disampaikan. Tiap lekuk gesture mencerminkan semangat zaman, ide cerita serta kemampuan teknis sang seniman. Teknik paling aman yakni memotret langsung dari depan dengan diafragma lensa pada level terkecil seperti f/8 atau f/9.

3. Cari komposisi fotografi yang menarik

Untuk patung-patung kontemporer atau patung yang tidak mengambil tema moral atau kisah dongeng seperti pada patung klasik, fokuskan kamera untuk mencari komposisi fotografi yang menarik. Sebab patung-patung jenis ini biasanya sudah menarik dan fotojenik.

Travelers hanya tinggal mencari angle yang atraktif dan representative. Sering-sering mendatangi pameran seni, berbagai museum dan melihat karya fotografer lain, dapat mengasah kemampuan reflek mata melihat sisi-sisi menarik.

4. Patung besar dan kecil, sama pentingnya

Ukuran patung yang besar atau kecil sama ‘derajat’nya di hadapan kamera. Entah itu Patung Kristus Sang Penebus di Brasil maupun patung relief di kuil kuno di Cina, nilainya sama yakni selebar viewfinder/LCD. Jelasnya, bagaimanapun ukurannya pastikan dijepret dengan baik sehingga mempunyai efek memukau yang sama.

Jangan terlalu dekat, bila patung yang hendak dibidik berukuran raksasa dan hendak diambil gambarnya secara keseluruhan. Ambil foto landscape terlebih dahulu dari kejauhan, lalu mendekat untuk memotret lebih close-up dan terus mendekat untuk cerita lebih detail.

5. Perhatikan suasana di sekeliling patung.

Perhatikan sekeliling patung, apakah berdiri sendiri seperti di museum atau menjadi bagian dari ruang tata kota seperti di pinggir jalan. Bila hanya sendiri, tidak ada kendala. Namun bila patung berada di ruang publik dan bagian identitas kota tersebut, maka tantangannya sangat menarik. Travelers bisa memutuskan untuk menjadikannya foreground,background atau pusat cerita dalam sebuah foto.

 

Nah, travelers sudah ‘kursus kilat’ cara memotret patung yang benar, so next time traveling ke tempat dengan patung yang menarik, anda tahu harus melakukan apa. :)

 

(berbagai sumber)

Be Sociable, Share!

Related Posts

Leave a Reply

Mari budayakan berkomentar positif, setiap komentar yang bermuatan negatif, berbau SARA, spam, menggunakan bahasa kurang sopan, memicu pertikaian, atau tidak berhubungan dengan artikel terkait tidak akan ditayangkan dalam blog Rajakamar.

Kolom komentar bertujuan untuk berbagi info seputar artikel yang terkait, berbagai ide dan pengetahuan positif dengan pembaca lainnya, menggunakan bahasa yang baik dan sopan serta menyebarkan semangat positif untuk berbagi.Mari lebih bijak dalam berkomentar

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan. Field yang wajib diisi diberi tanda *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>