Menengok Rumah Pengasingan Soekarno di Ende

By: RajaKamar Admin , 16 July 2013

Kepulauan di Indonesia bagian timur selain terkenal eksotik juga sarat akan nilai sejarah dan budaya bangsa. Siapa menyangka Flores yang cantik ini ternyata pernah dijadikan sebagai tempat pengasingan presiden pertama RI, Soekarno. Yuk, kita tengok seperti apa suasananya.

Image : regional.kompas

Saat berada di Flores, sempatkan untuk mampir ke Jalan Perwira, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Mengapa? Karena disinilah Bung Karno menghabiskan waktu selama 4 tahun (1934-1938) bersama keluarga di sebuah rumah pengasingan beratapkan seng . Disini pula lah travelers dapat meresapi bagaimana Bung Karno menjalani perjuangan dalam kesehariannya selama diasingkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Saat itu Ende sudah terkenal ke mancanegara jauh sebelum Taman Nasional Komodo dikunjungi wisatawan. Akan tetapi, saat Bung Karno datang ke sini dahulu, Ende ibarat kota mati dengan jalanan kecil belum diaspal. Rumah penduduk pun masih jarang dan wilayahnya masih berupa hutan, kebun karet dan tanaman rempah-rempah. Belum ada pelabuhan laut apalagi transportasi udara di Ende saat itu.

Rumah berukuran 9×18 meter persegi itu memiliki tiga kamar yang berderet di sisi kanannya Satu kamar tidur untuk Bung Karno, satu kamar untuk Ibu Inggit bersama Ibu Amsih, dan satu kamar lagi untuk ruang tamu. Di belakang rumah ada sebuah ruangan yang sering digunakan Bung Karno untuk sholat dan bermeditasi. Ada juga sumur yang airnya masih bisa digunakan hingga sekarang.

Tak banyak yang berubah dari bentuk asli rumah yang dibangun tahun 1927 ini, kecuali atap sengnya yang diganti karena bocor. Selain itu, anda pun akan menjumpai beragam barang rumah tangga yang dahulu digunakan Bung Karno. Sangat disarankan agar anda menyewa seorang pemandu saat berkunjung ke tempat yang bersejarah ini.

Setelah membayar tiket Rp. 2.500 dan mengisi buku tamu maka travelers akan melewati pintu berdaun ganda. Di ruang tamunya terdapat satu meja bunda dan kursi rotan, tempat Bung Karno biasa menjamu tamunya. Di dinding rumah terdapat lukisan sosok Soekarno karya Affandi yang mulai pudar. Ada pula lukisan Pura Bali yang dibuat Bung Karno tahun 1935 dan beberapa foto Bung Karno bersama teman-temannya.

Ada salah satu barang unik peninggalan Bung Karno yang tersimpan dalam sebuah lemari kaca. Dua tongkat kayu berkepala kera ini sering digunakan Bung Karno apabila bertemu dengan Pemerintah Hindia Belanda. Bung Karno tidak membalas hormat penguasa Hindia Belanda dengan anggukan tetapi dengan mengarahkan tongkatnya yang berkepala kera. Cara ini menunjukkan sikapnya bahwa sifat penjajah hanya bisa dihargai oleh binatangdan tidak oleh sesama manusia.

Selain dua buah tongkat tersebut, ada benda lain yang tersimpan juga di lemari kaca. Beberapa naskah tonsil tersimpan dalam map berwarna oranye. Dari 13 naskah tonsil yang dihasilkan Bung Karno selama di Ende, sayangnya hanya ada 7 naskah salinan yang berhasil disimpan. Sisanya tidak jelas keberadaannya.

Selama anda disana, jangan lupa untuk mengunjungi lokasi pohon sukun yang berada sekitar 100 meter dari Rumah Pengasingan Bung Karno. Tepatnya di Lapangan Perse (sekarang dinamakan Lapangan Pancasila). Menurut cerita masyarakat, dibawah pohon sukun inilah Bung Karno sering duduk berteduh sambil memandangi daun sukun yang bergigi lima buah dan bersudut lima pada setiap sisinya. Filosofi daun sukun inilah yang menjadi perenungan Bung Karno akan dasar negara Indonesia yang kelak menjadi Pancasila.

Mencari referensi hotel murah? Klik saja rajakamar.com atau hubungi call center 24 jam di 500012 atau 021500012 dari ponsel :)

(berbagai sumber)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>