Mengenal Keanekaragaman Kuliner Ekstrim Khas Kota Manado

By: Rajakamar Admin , 21 December 2012

Mengenal suatu daerah bukan hanya dengan mengetahui sejarahnya, kita bisa mengenal keunikan suatu daerah dari kuliner yang dimilikinya. Berangkat dari sebuah citra rasa yang menjadikan sebuah masakan akan tebentuk satu ingatan terhadap daerah yang kita kunjungi. Manado yang menjadi ibukota Sulawesi Utara ini berani membuat gebrakan masakan unik dan ekstrim yang bisa Anda cicipi di banyak rumah makan Minahasa, diantaranya adalah

1. Kawok (Tikus Ekor Putih)

sumber gambar : 1.bp.blogspot

Wisata kuliner unik dan ekstrim yang pertama ini adalah makanan dari olahan “kawok” atau biasa dikenal segabai tikus hutan ekor putih. Dari ekornya yang berwarna putih inilah dapat dibedakan mana tikus hutan dan tikus rumahan. Kawok mudah didapatkan di hutan. Hewan ini banyak ditemui di dekat pepohonan yang rimbun seperti pohon enau. Masyarakat Minahasa (Manado) mengolah daging kawok ini tanpa ekor putihnya dengan dibumbui dari beragam racikan rempah-rempah seperti kemangi, batang bawang, cabe, sereh, goraka, kunyit, daun lemon dan perasan santan (perasan pertama). Apakah Anda berani atau tertarik dengan kuliner khas Manado ini? Silakan datang ke rumah makan Minahasa terdekat.

2. Paniki (Kelelawar)

sumber gambar : akamaihd

Paniki adalah wisata kuliner khas Sulawesi Utara yang terbuat dari olahan daging kelelawar. Sebelum diolah menjadi masakan yang gurih ini, terlebih dahulu kelelawar yang ingin diolah dibakar untuk menghilangkan bulu-bulu halus pada tubuhnya, baru kemudian dimasak dengan rempah dan bumbu santan.

3. Tuturuga (Labi-Labi)

sumber gambar : i4.photobucket

Wisata kuliner Manado ketiga ini sangat terbilang langka dikalangan pecinta kuliner. Tuturaga yang merupakan nama lain dari labi-labi atau kura-kura ini tidak mudah didapat di pasar pada umumnya. Kuliner ini dapat Anda temui di banyak rumah makan di sepanjang Pantai Manado. Saat ini mungkin sudah jarang yang mau memakan kuliner olahan kura-kura ini itu karena kura-kura sendiri termasuk menjadi binatang yang harus dilestarikan.

(Berbagai Sumber)

Be Sociable, Share!

Related Posts

Leave a Reply

Mari budayakan berkomentar positif, setiap komentar yang bermuatan negatif, berbau SARA, spam, menggunakan bahasa kurang sopan, memicu pertikaian, atau tidak berhubungan dengan artikel terkait tidak akan ditayangkan dalam blog Rajakamar.

Kolom komentar bertujuan untuk berbagi info seputar artikel yang terkait, berbagai ide dan pengetahuan positif dengan pembaca lainnya, menggunakan bahasa yang baik dan sopan serta menyebarkan semangat positif untuk berbagi.Mari lebih bijak dalam berkomentar

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan. Field yang wajib diisi diberi tanda *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>