Warso Farm, Surganya Penggila Durian

By: RajaKamar Admin , 05 June 2013

Travelers termasuk penggila durian? Atau sekadar suka yang biasa saja? Atau, tidak begitu suka makan, tapi cuma suka belah durian? Maksudnya, membantu membukakan kulit durian, terus menyerahkan buahnya ke teman, begitu. Nah, termasuk yang mana pun, jika Travelers pas berada jalan-jalan di sekitar Bogor, perlu mampir ke Warso Farm. Ini bukan sejenis games online, tapi objek agrowisata alias wisata perkebunan yang menawarkan buah durian, dan juga buah naga.

Image : didisadili.blogspot

Warso Farm terletak di Desa Cihideung, Kelurahan Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Bogor, dan bisa dikatakan sebagai pelopor agrowisata durian. Ya, pelopor, karena inilah kebun durian pertama yang dibangun dengan konsep menjaring wisatawan. Tidak semata menjual buahnya, tapi juga menyediakan kebunnya sebagai lokasi  wisata keluarga yang menyenangkan.

Tapi sepertinya belum banyak orang mengenal keberadaan kebun seluas 8,5 hektar milik H. Soewarso Pawaka ini. Padahal sudah dibuka untuk umum sejak tahun 1990, meski memang hanya buka setiap akhir pekan saja, mulai jam 7 pagi hingga jam 5 sore.

Di dekat gerbang masuk kebun, Travelers akan disambut replika buah durian raksasa, bersanding dengan buah naga. Udara terasa sangat sejuk berpadu dengan keasrian lokasi ini. Saat masuk kebun, tampak barisan pohon durian bertinggi sekitar 2 meter ditanam rapi dengan jarak tertentu di atas rerumputan yang terawat. Dan yang paling menyita perhatian adalah buah-buah duriannya bergelantungan di pohon, nyaris menyentuh tanah. Hhmm, sungguh menggiurkan dan enak dilihat.

Image : skuaspirasirakyat.blogspot

Berbagai varietas durian asal lokal dan luar negri ditanam di sini. Ada sekitar 900 pohon durian dengan tujuh varietas unggulan,antara lain petruk, lai, tunan, sukun, tembaga, monthong, dan simas.

Simas yang asli Bogor mempunyai daging kuning dan kenyal, dan kabarnya merupakan jenis durian terbaik di dunia, dengan rasa yang menyengat, buah tebal, dan bijinya sangat kecil. Sementara durian luar yang popular adalah monthong (Thailand), yang menjadi varietas utama dan terbanyak.

Travelers bisa menghampiri lapak-lapak untuk sekadar beristirahat, sambil menikmati durian yang baru dipetik. Harganya ditentukan dengan dua cara, dihitung per kilo (monthong) dan per buah (lokal unggul). Per kilo Rp 35.000, dan berat per buahnya sekitar 2-4 kg. Sedikit lebih mahal, tapi keunggulan di sini adalah buahnya matang di pohon, baru dipetik, varietas unggul, dan yang menarik: jika rasanya tidak enak Travelers bisa menukarnya.

Be Sociable, Share!

Related Posts

Leave a Reply

Mari budayakan berkomentar positif, setiap komentar yang bermuatan negatif, berbau SARA, spam, menggunakan bahasa kurang sopan, memicu pertikaian, atau tidak berhubungan dengan artikel terkait tidak akan ditayangkan dalam blog Rajakamar.

Kolom komentar bertujuan untuk berbagi info seputar artikel yang terkait, berbagai ide dan pengetahuan positif dengan pembaca lainnya, menggunakan bahasa yang baik dan sopan serta menyebarkan semangat positif untuk berbagi.Mari lebih bijak dalam berkomentar

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan. Field yang wajib diisi diberi tanda *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>